Karnaval Kemerdekaan BU, Diikuti Ribuan Pelajar
Tidak Tega, Banyak Orang Tua Pelajar Pilih Jemput Anaknya Tidak Sudahi Karnaval

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Peringati hari Kemerdekaan 17 Agustus 2018, sudah menjadi rutinitas setiap daerah mengadakan karnaval dan pawai pembangunan. Namun menariknya di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu, kegiatan karnaval tahun 2018 ini justru terkesan kacau yang diduga akibat dari perubahan jadwal dan rute serta tempat berkumpul peserta karnaval oleh panitia, dampaknya banyak siswa meringis kepanasan dibawah terik matahari.

Pasalnya, karnaval untuk siswa dan siswi sekolah se Kabupaten BU, baru dimulai pada pukul 10.00 WIB. Padahal, para peserta karnaval sudah berdatangan sejak pagi hari mulai dari pukul 06.00 WIB. Ironisnya lagi, ditengah terik matahari siswa Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak baru mulai star berjalan dibawah terik matahari. Dimana, terlihat para pelajar terjemur dan meringis kepanasan.

Kekacauan Karnaval pembangunan tahun 2018 ini, disinyalir akibat dari perbuatan panitia karnaval yang semena-mena merubah jadwal, rute serta tempat berkumpul peserta. Hal ini tidak dibantah oleh para petugas Sat Lantas Mapolres BU dan Perhubungan BU yang menjaga lalu lintas di setiap persimpangan jalan yang akan dilalui peserta Karnaval.

Ketika disambangi awak media, untuk mempertanyakan seperti apa jalur serta rute dan jadwal karnaval ini, para petugas dilapangan terlihat kebingungan, dan saat ditanya seperti apa. Salah satunya menjawab, pihaknya tidak mengetahui seperti apa perubahan rute dan jadwal serta jalur yang dilalui peserta pada karnaval tahun ini.

” Kami tidak tahu, ini panitia semau-maunya merubah jadwal dan jalur peserta karnaval. Jadi kami sendiri bingung, kalau ditanya seperti apa jalur yang akan dilalui peserta, kami tidak bisa menjawab sama sekali, silahkan tanya sama panitia dari Pemkab BU,” ujar petugas dengan serentak menjawab pertanyaan awak media.

Sambung salah satu petugas, karnaval tahun sebelumnya saja sudah bukan main lagi macetnya dijalan raya, dan sangat sulit untuk dilakukan penertiban dijalan raya. Akibat tahun ini berubah, para petugas sendiri bingung seperti apa jalannya karnaval ini.

” Tahun kemarin saja kami sudah kelabakan mengatur lalu lintas jalannya karnaval dengan rute seperti biasanya, ini rute, jadwal dan jalur berubah kami malah lebih bingung lagi,” bebernya.

Akibat dari kacaunya karnaval tahun 2018 ini, banyak orang tua peserta karnaval khususnya peserta di tingkat sekolah dasar dan taman kanak-kanak, memilih untuk menjemput anaknya dan tidak mengikuti hingga selesai karnaval tahun 2018 ini. Seperti yang disampaikan oleh salah satu warga desa Karang Suci Kecamatan Arga Makmur, yang memilih menjemput putrinya mengingat terik matahari sudah sangat panas. Karanaval tahun ini menurutnya sangat tidak lazim, lantaran katanya mengapa justru peserta karnaval yang didahulukan pada pagi hari justru pengendara kendaraan pawai pembangunan. Padahal, para siswa dan siswi ini berjalan kaki dengan rute yang tidak tanggung-tanggung cukup jauh, justru dibuat jadwal pada siang hari.

” Ini tidak masuk akal pak, masa peserta karnaval yang jalan kaki baru dimulai star sudah sangat siang hari. Mana matahari panas sekali, ini sudah tidak wajar. Bagi saya lebih baik anak saya tidak usah mengikuti karnaval ini, karena ini sudah sangat menyiksa anak-anak. Tahun 2018 ini agak aneh karnavalnya, berubah semua dan terkesan kacau,” ungkapnya dengan kesal.

Sayangnya, ketika awak media mengkonfirmasi dengan pihak panitia terkait karanaval tahun ini, yakni Dinas Pendidikan Kabupaten BU, Kepala Dispendik BU Margono, SE tidak bisa dihubungi, dan dikirim pesan singkat pun tidak menjawab untuk pertanyaan seperti apa tanggapan atas perubahan jadwal, jalur dan rute karnaval tahun 2018 ini, yang tidak sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Pantauan awak media dilapangan, mulai dari pagi hari peserta karnaval siswa dan siswi dari seluruh sekolah se Kabupaten BU, berkumpul tidak pada satu tempat, dimana pada tahun sebelumnya peserta karnaval seluruhnya berkumpul di depan kantor Pemkab BU. Namun tahun 2018 ini, justru berkumpulnya para pelajar ini ada 4 titik berbeda. Diketahui, untuk pelajar tingkat Taman Kanak-kanak berkumpul di Bundaran Arga Makmur. Sementara itu, untuk tingkat Sekolah Dasar pelajar justru terpisah berkumpul star dari depan Masjid Agung Arga Makmur. Untuk pelajar tingkat SMP, berkumpul star dimulai dari simpang 4 Mini Market Mata Air. Terakhir pelajar SMA, justru mulai star berkumpul dari depan Mapolres Bengkulu Utara. Dengan keanehan tempat berkumpul ini, jelas kalau karnaval tahun 2018 ini banyak sekali perubahan dan terkesan kacau.

Karnaval sendiri star awal para peserta dan pawai pembangunan dilepaskan oleh Plh Bupati/Wakil Bupati Arie Septia Adinata, SE, yakni di jalan dua jalur kelurahan Gunung Alam, tepatnya di Alun-alun Rajo Malim Paduko Arga Makmur.

 

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment